Tampilkan postingan dengan label Mio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mio. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2009

Tips Atasi Kran Vakum Mio Ngadat

Untuk para otomania yang hobi tarik ulur kabel gas, maksudnya wirawiri pakai kuda besi, pasti jengkel kalau berhadapan dengan karburator mbrebet enggak jelas. “Huh, baru masuk bengkel buat servis, kok malah tarikannya jadi enggak asyik gini!” umpat Adhe Putra pemakai Yamaha Mio keluaran tahun 2005.

Weeew… jangan panas dulu, Brader! Sebaiknya ditelusuri dulu penyebabnya! Tuh kan, bener aja. Setelah diusut-usut, ternyata keran vakum sudah melewati batas umurnya alias sudah uzur. Ya terang aja mbrebet, pasokan bensin yang harusnya lancar jadi tersendat .

Lha, emang gimana sih, cara kerjanya keran vakum? “Oke deh, biar makin paham, gue kasih tahu, ya. Teknisnya secara sederhana gini, begitu ada sedotan dari piston saat langkah kerja, membran di kran vakum membuka sehingga bensin masuk ke mangkuk karburator. Gituuuu!” ujar Jupri mekanik J Speed (JS).

Cuma ya gitu, keran vakum menurut Jupri enggak bisa dibongkar pasang. “Jadi solusinya ada dua; mau ganti baru yang partnya dijajakan kurang lebih Rp 42 ribu atau kita bikin jadi keran manual?” tambah mekanik yang ngepos di Jl. Al Mubarok 3, Seskoal, Cipulir, Jaksel .

Masalah beli sih gampang. Tapi kalau lagi enggak punya uang? “Gampang, juga. Caranya, ya pakai solusi kedua. Dibikin manual. Tapi tebus dulu keran buat air ukuran ¼ di toko material dengan harga Rp 8 ribu. Lalu mulai deh, bongkar bodinya,” tambah bapak dua anak ini. Tidak usah potong memotong slang bensinnya, tinggal lepas aja keran vakum yang bermasalah tadi dengan obeng plus lalu sambungkan dengan keran yang baru dibeli. Yang harus diperhatikan, tinggal cara penempatan keran tersebut.

Paling gampang penempatannya di wilayah yang mudah dijangkau agar tidak merepotkan. Misal, di cover dekat karburator, maklum aliran bensin sekarang diatur secara manual.

“Nah, sekarang kalo masalah karburator banjir sih jarang banget, karena kalau banjir bukan dari kerannya. Tapi jarum pelampungnya yang minta dilem biru alias dilempar dan ganti baru, hehehe..!” canda mekanik humoris asli Jakarta ini

Sumber : Otomotifnet.com

Rabu, 15 Juli 2009

Komparasi CDI Aftermarket Buat MIO Bore Up

Ibarat sayur kurang garam, kalau peranti CDI racing tidak ikut nimbrung dalam racikan motor kenceng. Seperti halnya M. Adi Sucipto, karena Yamaha Mionya sudah diupgrade jadi 150 cc dan pakai knalpot racing, tetap saja perlu ditambah CDI aftermarket.

Namun pria yang tinggal di daerah Kemang, Jaksel ini masih bingung mau pakai merek apa yang pas buat skutiknya itu! Nah buat menjawab masalah Adi dan Miomania lain, Tim OTOMOTIF pun melakukan pengetesan 3 CDI; PNP Racing Part, XP dan BRT.

Sebelum melihat hasil tes ketiga CDI tersebut, cek hasil tes CDI standarnya lebih dulu. Hasil pengujian pakai alat dynotest Sportdyno V 3.3 milik Sportisi Motorsport di Jl. Cempaka Putih Raya 112 D, Jakpus, menunjukkan tenaga kuda sebesar 12,890 dk/7.112 rpm dan torsi maksimal 22,37 Nm/3.431 rpm.

XP 202 MC
Produk yang diklaim tanpa batas pengapian ini dibanderol Rp 350 ribu. Hasil pengetesan menunjukkan kenaikan tenaga kuda 0,452 dk dari standarnya menjadi 13,342 dk/6.797 rpm. untuk torsi misalnya bertengger di angka 21,31 Nm/3.812 rpm.

Ini menunjukkan putaran ba¬wahnya lebih bagus dibanding putaran atas. Pada grafik juga ditunjukkan, kondisi rata-rata naik dan secara perlahan turun. Bagi yang berminat bisa diperoleh di toko-toko aksesori terdekat Anda.

PNP Racing Part
Peranti peningkat letikan bunga api busi di ruang bakar yang dibanderol Rp 300 ribu ini menunjukkan kenaikan tenaga ku¬¬da 0,552 dk dari stan¬darnya. Karena CDI ini mampu mem¬bukukan angka 13,442 dk/7.073 rpm. Kondisi putaran mesin rata-rata stabil, baru kemudian turun.

“CDI ini tanpa limit. Pada putaran mesin berapapun, sanggup menyuplai api yang stabil,” ungkap Hasan, yang memasarkan produk ini di Jl. Kelapa Dua Raya, Kebon Jeruk, Jakbar.
Hasan Motor : 081315.315.117

BRT Dualband
Tenaga kuda yang dihasilkan CDI produk Cibinong ini mampu naik 0,510 dk dibanding standar dan menjadi 13,400 dk/7.004 rpm. Untuk torsi mak¬si¬malnya termasuk pa¬ling ting¬¬gi dibanding CDI kompetitor, yakni 22,85 Nm/3.485 rpm. Te¬naga cenderung naik dan selanjutnya stabil.

“Prinsip dasar CDI adalah kalau api besar pembakarannya akan lebih sempurna, se¬hingga tenaga yang dihasilkan juga bertambah,” ulas To¬my Huang, bos CDI BRT. Harga peranti ini Rp 450 ribu.

BRT : 0811913226

Sumber : Otomotifnet.com