Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motor. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2009

Serba - Serbi Karet Di Motor

Di sepeda motor baik tipe bebek, sport maupun skutik, tak hanya ban yang menggunakan bahan karet. Ada beberapa spare-part yang juga dibuat dengan bahan tersebut. Bahkan boleh dibilang, onderdil-oderdil berbahan karet tersebut masuk dalam komponen penting. Mau tau lebih lanjut? Stay read this!

Karet Teromol
Ada pada motor jenis sport dan bebek. Letaknya pada sisi teromol yang terdapat rumah gir belakang. Selain berfungsi sebagai tatakan untuk rumah gir belakang, peranti ini juga dipakai untuk peredam entakan yang terjadi saat proses transfer tenaga dari gir depan ke belakang.

“Pemakaian normal, onderdil ini mesti diganti setelah umur pakai mencapai 10.000-15.000 km. Bila tidak, akibatnya secara berkala malah bikin pendek umur rantai dan gir. Hal itu karena perputaran gir dan rantai tidak pas, sehingga pergesekannya jadi lebih banyak,” kata Teguh S, mekanik bengkel umum Standar Motor, Di Jl. Jagakarsa, Jaksel.

Selain dari jarak pakai, ada cara lain bisa dilakukan untuk mengetahui kapan mesti ganti karet teromol. Pertama-tama posisikan persneling pada gigi 1. Lalu sedikit putar ban ke depan. Bila ada speleng yang cukup banyak, berarti jangan tunggu lama. Cepat siapkan dana Rp 10-20 ribu untuk ganti onderdil tersebut.

Sil
Bila berbicara soal onderdil berbahan karet yang satu ini, pembagiannya ada 2 buah. Pertama merupakan sil karet yang bentuknya seperti ban, dengan per di dalamnya. Berikutnya adalah yang berbentuk seperti karet gelang.

Untuk sil model pertama, adanya di gir depan dan belakang, bagian persneling dan kick starter, sok depan dan pada stut kopling. Sementara untuk yang model karet gelang, adanya di tutup setelan klep dan tutup noken as.

“Walau beda bentuk namun fungsi sil itu untuk mencegah oli merembes keluar. Khusus untuk sil pada gir belakang dan ban depan, fungsinya lebih untuk melindungi laher roda dari debu yang menempel,” terang Teguh yang kasih range harga Rp 5.000-30.000 untuk beli onderdil tersebut.

Belt
Nah pada skutik, untuk menyalurkan tenaga sehingga ban belakang bergerak dibutuhkan part bernama belt dan letaknya dalam rumah CVT. “Bahan yang dipakai untuk membuat onderdil tersebut adalah karet,” tutur Teguh.

Sama seperti rantai, belt juga butuh perawatan. Namanya juga beda bahan, maka perawatannya juga beda. Bila rantai pakai pelumas, maka pada belt cukup membersihkan sisi yang menempel pada puli dengan alkohol.

“Bila pemakaian sudah mencapai 10.000-15.000 maka belt mesti diganti. Dana yang mesti disiapkan Rp 70-100 ribu,” ungkap Teguh.

Sumber : Otomotifnet.com

Note: Terutama karet teromol sangat berperan penting dalam handling motor terutama roda belakang. Jika sudah aus atau oblak bisa dipastikan roda belakang akan terasa geol-geol pada kecepatan tinggi.

Peraturan Menyalakan Head Lamp pada Motor

Undang-undang baru tentang lalu lintas sudah digulirkan. UU no 14 tahun 1992 yang selama ini dipakai digantikan dengan UU no. 22 tahun 2009. Salah satu peraturan yang baru adalah pasal 107 ayat 2 yang mengatur penggunaan lampu utama di siang hari pada sepeda motor.

Pasal ini berbunyi “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.” Kalau beberapa waktu yang lalu menyalakan lampu hanya sebagai himbauan, kini benar-benar menjadi kewajiban karena dinilai memiliki peran penting dalam keselamatan berkendara.

“Dengan lampu menyala pada siang hari pengendara sepeda motor akan lebih waspada. Dari spion bisa terlihat kilatan cahaya yang menandakan ada sepeda motor lain di belakang. Begitu juga di depan sorot lampunya akan memudahkan melihat sepeda motor lain,” buka Kombes Condro Kirono, Dirlantas Polda Metro Jaya.

Lebih aman di jalanan padat
Pria ramah ini lalu menceritakan aplikasi peraturan menyalakan lampu sepeda motor di siang hari pada beberapa negara tetangga.

Di Brunai, Malaysia atau Singapura peraturan ini sudah duluan ada dan akhirnya berujung pada spesifikasi sepeda motor yang dibuat “switch on, light on.” Lampu utama langsung menyala ketika mesin dinyalakan.

“Kalau cuma membuat spesifikasi sepeda motor yang “switch on, light on” saya rasa tidak sulit dan tidak akan membuat boros bahan bakar. Kalau begitu pabrikan buat dong sepeda motor dengan spesifikasi seperti ini,” saran pria ramah yang sedari dulu getol mengkampanyekan penggunaan lampu di siang hari ini.

Karena masukan positif ini diungkapkan di depan direksi PT Astra Honda Motor (AHM) saat pembukaan “The 3rd Astra Honda Motor Safety Riding Competition”, komentar langsung berdatangan.

“Sebenarnya di negara lain memang diwajibkan karena ada peraturannya. Dari dulu kita belum buat karena belum ada peraturan seperti ini. Tapi dengan adanya undang-undang yang baru rasanya bisa diaplikasikan pada produk Honda,” ungkap Anggono Iriawan, Safety Riding Manager PT AHM.

“Masukan ini akan kami pelajari karena memang sangat positif khususnya untuk keselamatan pengendara. Lagi pula bila melihat teknologinya sangat mudah untuk diaplikasikan pada produk Honda,” yakin Julius Aslan, Marketing Director PT AHM.

Kalau begitu bisa secepatnya dibuat “switch on, light on” ?

Sumber : Otomotifnet.com

Senin, 10 Agustus 2009

Penyebab Motor Susah Langsam

Umumnya motormania, pasti pernah deh ngalamin yang namanya langsam tak beraturan di besutan kesayangan. Maksudnya, saat mesin keadaan hidup, suaranya terdengar turun naik alias enggak merata. Kadang tinggi, kadang rendah.

Penyebabnya? “Biasanya sih, dari posisi mata gigi sentrik ngaco, kabel cuk seret dan intake karburator bocor,” jabar Harris, mekanik bengkel resmi Suzuki di Jl. Panjang Kelapa Dua, Jakbar. Makanya, yuk, cek satu per satu, lalu perbaiki.

Mata Gigi Sentrik
Fungsinya sebagai patokan sistem kerja buka tutup klep masuk dan buang, agar tidak bentrok dengan piston atau batang klep bengkok. Lantas, bagaimana caranya biar aman?

“Setelah semua ‘jeroan’ mesin masuk, pastikan arah panah di gir keteng menghadap ke depan. Posisikan seher ada di atas dan kedua klep dalam keadaan tertutup dan ini namanya TMA (titik mati atas).

Triknya, ada empat tahap untuk mencari kompresi yang pas dengan memutar baut magnet, memakai kunci T-14 atau T-17 pada motor bebek,” ungkapnya.

Pertama, putar ke kiri 45 derajat, maka posisi klep in terbuka dan out-nya tertutup. Kedua, putar lagi 45 derajat ke kiri dengan kedua klep terbuka setengah, yang biasa disebut TMB (titik mati bawah).
Ketiga, putar lagi 45 derajat klep out akan terbuka dan in-nya tertutup. Terakhir, putar lagi 45 derajat, maka kedua klep tertutup. Posisi inilah yang paling pas mencari top kompresi .

Kabel Cuk

Terkadang, saat menghidupkan mesin di pagi hari kita suka menarik tuas cuk di setang kiri. Cara ini sering dilakoni agar proses pembakaran di ruang silinder lebih cepat. Tapi gimana kalau kabel cuk ogah balik?

“Artinya, kotoran masuk di sela-sela slang kabel. Ini juga bisa bikin langsam jadi ngaco. Cara bersihinnya mesti dilepas dulu kabelnya. Lalu ujungnya dibungkus plastik tapi tetap terbuka bagian atasnya seperti mangkuk. Kemudian diguyur dengan bensin,” tutur pria berkulit putih ini sambil mengocok turun naik kabelnya sampai enggak seret lagi.

Intake Karbu Bocor
Intake manifold atau leher angsa sebagai perantara karburator dan mesin. Tugasnya memperlancar campuran udara dan bensin di karbu menuju silinder mesin, agar proses pembakaran mesin lebih optimal.

“Cara ngetesnya, tutup aja settingan udaranya di karbu pakai obeng min, terus putar ke kanan sampai mentok. Kalau mesinnya tetap hidup berarti ada kebocoran di intake,” terangnya.

Ia pun menambahkan, ini bisa disebabkan karena sering bongkar pasang atau umurnya udah 3 tahun lebih. “Solusinya, ya harus diganti baru, enggak ada obatnya,” anjurnya.

Sumber : Otomotifnet.com

Minggu, 02 Agustus 2009

Aplikasi Oil Cooled Buat Motor

motor panas? Adalah wajar bila dipakai jarak jauh. Tapi jadi gak lumrah kalo baru dipakai jarak dekat sudah overheat. Mungkin karena oli mesin sudah terlalu encer atau lama tidak diganti.

“Juga bisa karena gesekan antarpart berbahan metal di dalam mesin yang cukup besar akibat pelumasannya kurang maksimal,” ungkap Nazar, empunya Nazar Motor (NM) di Jl. Kebagusan Raya II No.22, Jaksel.

Ini akan mengakibatkan onderdil-onderdil di dalamnya cepat aus dan menimbulkan suara kasar, yang ujung-ujungnya butuh diservis. Nah untuk mengurangi panas tinggi dan oli mesin terlalu encer, ada beberapa bengkel yang menawarkan pemasangan oil cooler (OC).

“Tujuannya untuk mendinginkan oli mesin dari hasil sirkulasi di dalam bak mesin maupun bak kopling. Kalau kekentalannya terjaga, gesekan antarpart tidak terlalu besar, sehingga umur pakai onderdil bisa tahan lama,” imbuh pria bertubuh kurus tinggi ini.

Nazar menawarkan paket OC ini seharga Rp 450 ribu yang dipasang di Yamaha Jupiter Z dengan radiator cooler aftermarket . Pemasangan tak banyak ubah part orisinalnya, yakni dengan bikin 2 jalur oli baru pada head mesin.

Head depan kanan bagian bawah (dekat tutup klep) untuk jalur suplai oli dari pompa oli, sedang jalur kedua (jalur masuk ke noken as) dibikin di depan dekat lubang busi .

“Sebelum oli mesin melumasi noken as, pelatuk dan peranti lain di dalam head, oli panas dari mesin akan bersirkulasi di radiator cooler dulu untuk didinginkan. Dipastikan oli yang masuk lebih dingin dan kental (tidak terlalu encer), sehingga kemungkinan besar gesekan antarpart di dalamnya juga tidak terlalu besar,” aku pria yang masih lajang ini.

Demikian pula yang dilakukan Thole, penggawang Thole Motor (TM). Bapak 2 anak ini biasa pasang di motor sport dengan banderol Rp 650 ribu buat Honda Tiger dan Rp 550 ribu di Yamaha Scorpio, dengan aplikasi radiator cooler copotan Suzuki Satria FU.

“Peranti tambahan ini juga buat ngantisipasi overheat dan piston ngadat. Saat motor diajak menempuh perjalanan jauh dengan kecepatan rata-rata di atas 100 km/Jam atau waktu turing luar kota,” ungkap Thole, yang work shopnya di Jl. Serdang Baru Raya No. 7 Kemayoran, Jakpus.

Masalah pemasangan, pria ramah ini mengambil jalur dari bak transmisi dan bak kopling . Suplai oli dari pompa oli, dibikinkan jalur baru dari rumah bak transmisi bagian kanan di bawah blok mesin. Sedang oli balik, hasil sirkulasi dimasukkan ke jalur baru pada bak kopling bagian ujung kanan depan.

“OC ini juga bagus buat besutan yang sering melewati kemacetan di dalam kota seperti kota Jakarta yang rawan macet,” imbuh pria ramah ini. Dingin oee..!

Sumber : Otomotifnet.com

Senin, 27 Juli 2009

Tips Upgrade Performa Motor Stage 1

Pertanyaan yang sering muncul bagi pemilik motor adalah “Bagaimana Meningkatkan Performa Motor Kita?” Sebagian ingin mendapatkan tarikan mesin yang yahud dan yang lainnya ingin mendapatkan top speed yang lebih tinggi dari kondisi standar. Atau mau yang lebih kerennya adalah kenaikan power dan torsi berdasarkan hasil dyno test.

Bagi yang lebih berpengalaman mereka mengacu pada standar upgrade performa. Biasanya dikenal dengan istilah “Stage”. Urutan dari yang biasa/terkecil adalah stage 1, stage 2 dan seterusnya. Sebelum mengaplikasikannya maka marilah kita bahas bersama tahapan-tahapan tersebut.

Hal-hal apa saja yang masuk kategori stage 1 adalah sebagai berikut :

1. Free breathing air cleaner (filter udara).
2. Free breathing exhaust (Freeflow).
3. Rejetted/Setel carburetor or remapped CDI.
4. Upgraded ignition/Pengapian (if require*).

Mayoritas stage 1 biasanya sudah dalam bentuk bolt on atau PnP. Jadi anda bisa melakukannya secara bertahap. Sambil melihat pengaruh atau effek dari penggantian part tersebut. Selain itu juga untuk mempermudah penelusuran jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.

- Free breathing air cleaner. Cara upgrade termudah adalah dengan mengganti filter udara aftermarket. Dipasaran terdapat beberapa merek yang terkenal seperti K&N, Koso, TDR dan lain sebagainya. Tentunya semua itu tergantung budget anda. Moto : harga barang menentukan kualitasnya jelas sekali berpengaruh.

- Free breathing exhaust. Selanjutnya gantilah pipa pembuangan motor anda dengan produk freeflow/aftermarket. Di pasaran ada yang menjual silincer saja (slip on) ataupun full system. Contoh part slip on adalah silincer buat ninja 250cc. Dan bagi yang tidak ingin suara yang berisik bisa upgrade pipa pembuangannya dengan produk “Tsukigi” atau type silent. Dan badi yang full system banyak merek yang beredah seperti R9, Nob1, Yoshimura, DBS, CLD, AHRS, Ahau dan sebagainya. Tapi jangan lupa biasanya penggantian knalpot membutuhkan penyetelan ulang baik setelan karburator dan setelan anginnya. Jika tidak tepat biasanya knalpotnya suka nembak.

Rejetted carburetor or remapped CDI. Setelah napasnya bersih dan lancar maka langkah selanjutnya adalah mendapatkan pasokan bbm yang stabil dan lancar. Karburator harus disetting ulang demikian juaga dengan cdinya. Silakan baca penyetelan karburator dan setelan angin motor di berbagai artikel di internet. Sedangkan remapping cdi dapat dengan mudah disesuaikan dengan berbagai merek CDI racing seperti BRT, XP, CP dan lain sebagainya. Semua itu dilakukan karena ada perubahan dalam karakter mesin kita.

Upgraded ignition/pengapian*. tanda ‘*’ menunjukan bahwa hal tersebut tidak harus dilakukan. Tetapi sebaiknya dilakukan pembenahan mengacu pada perubahan yang telah dilakukan sebelumnya. Contoh : penggantian koil pengapian dengan type kompetisi/racing. Di pasaran banyak dijual berbagai macam merek seperti YZ125, RM250, Protect, Blue Thunder, XP dan lain sebagainya.

Jadi tidak sulitkan untuk mencapai stage 1. Untuk pemakaian sehari-hari upgrade stage 1 sudah cukup mumpuni buat anda. Silakan mencoba!!!

Referensi : whybike.com

Tips Motor Hemat & Kencang

Membaca judul di atas rasanya tidak mungkin terjadi karena bertolak belakang adanya. Tetapi di kenyataannya hal tersebut terjadi. Nah agar anda tidak penasaran maka berikut tips-tipsnya.

Seperti biasa yang jadi kelinci percobaan adalah motor kesayangan yaitu Honda CS1. Maklumlah bos, motornya hanya itu doang, Tidak seperti sebuah tabloid otomotif terkemuka yang bisa mempraktekan untuk beberapa macam merk/brand terkenal yang lainnya. Tapi dari hasil tersebut mungkin kalau dianalogikan dengan motor anda bisa jadi atau mungkin saja hasilnya mirip atau mungkin lebih baik lagi.

Motor sesuai pabrikan dengan spesifikan kompresi 10.7 :1 diisi pertamax. Mengapa pertamax kok bukan premium biasa ? Anda tentunya tahu bahwa dengan kompresi yang begitu tinggi maka minimal dia harus menenggak pertamax atau kalau mau bagus lagi pertamax plus. Konsumsi BBM adalah rata-rata 40 Km/Liter pertamax dengan bobot pengendara 54 Kg. Jadi bagaimana jika berat badan lebih besar ? Sudah barang tentu lebih kecil hasilnya. Dari forum HCST ada seorang brother dengan bobot 78 Kg, menggunakan pertamax plus didapat konsumsi BBM 38 Km/Liter. Nah dari sana bisa menjadi bukti bahwa berat badan pengendara berbanding terbalik dengan konsumsi BBM-nya. Semua metode pengukuran BBM seperti postingan pernah diulas dahulu.

OK, kita mulai tips pertama,

• Pergunakan Olie Encer, Penggunaan olie encer standar AHM brand Federal Prime Red 1 Liter. Didapat penghematan 10%, tepatnya dari yang standarnya 40Km/Liter melonjak jadi 45Km/Liter. Hanya saja ada efek sampingnya, mesin motor jadi cepat panas dan setelah jalan sejauh 600Km suara mesin terdengar kasar. Akhirnya diganti olie Motul 20W50 sekalian diisi nano energizer ke motor.
• Pergunakan CDI aftermarket. Dari berbagai komparasi CDI aftermarket disebutkan penghematan BBM yang lumayan signifikan. Akhirnya pilihan jatuh ke produk BRT dengan alasan penghematan hingga 20% di paking barangnya dalam kondisi setelah olie di motor berjalan 200Km. Selain itu alasan yang lain karena kualitas yang bagus dan sudah terbukti di ajang balap road race. Alasan yang lain adalah menggunakan standar koil dari pabrikan, sehingga lebih hemat biaya. Setelah terpasang, didapat rata-rata konsumsi BBM menjadi 51 Km/Liter. Dengan perincian pertama 3.01L = 159 Km dan kedua 2.18L = 110 Km. Total konsumsi BBM = 269 Km : 5.19Liter = 51,8 Km/Liter.
• Pergunakan busi Iridium, Engine Reconditioner & Booster Accu. Tahap selanjutnya berdasarkan data seorang brother di HCST dengan menggunakan busi iridium dalam kondisi touring luar kota di dapatkan konsumsi BBM 60Km/Liter. Ternyata spidometer sudah menunjukan lebih besar dari 5000Km. Nah saatnya mencoba busi iridium di motor kesayangan. Setelah puyeng mencari itu busi di Cibubur nggak ada, langsung tancap gas ke Otista di toko langganan. Setelah ditebus 90 Ribu sebuah, terpasanglah sang busi baru plus ditambah sebuah capacitor sebesar 10.000 mikro Farad. Setelah dicoba beberapa hari akhirnya didapat rata-rata konsumsi BBM adalah 64 Km/Liter. Hasil yang cukup mencengangkan. Tapi itulah kenyataannya dalam kondisi oli mesin masih baru. Perinciannya adalah berikut : Pengisian pertama 3.06 L = 194 Km, Pengisian kedua 3.2L = 201 Km dan Pengisian ketiga 2.6 L = 173 Km. Total Konsumsi BBM = 568 Km/8.86Liter = 64 Km/Liter. Dengan catatan motor berjalan di kecepatan maksimum 75KPJ dan selalu pindah gigi di RPM 4500~5500. Hasil yang cukup mencengangkan untuk ukuran route dalam kota antara Jakarta-Cikarang via Kalimalang. Di akhir pengisian BBM yang ketiga pernah dicoba digeber pada kecepatan > 80KPJ motor sering terasa brebet, kemungkinan campuran bensin yang memang diseting kering atau miskin.
• Rutin check mesin anda ke bengkel dan optimalkan system pengapian pada level busi Merah bata/Coklat. Akhirnya motor dibawa ke bengkel untuk servise rutin per 2000Km, dan setting dirubah menjadi lebih kaya dengan tujuan putaran atas agar tidak brebet/endut-endutan. Akhirnya konsumsi bbm turun lagi ke kisaran 50~54Km/Liternya.

Analisa Break Even Point :
Harga CDI Neo Dualband : Rp. 440.000,-
Denso Iridium IU24 : Rp. 90.000,-
Capacitor : Rp, 23.000,-
Nano Energizer : Rp. 70.000,-
Total : Rp. 623.000,-

Biaya Km/Liter (Sebelum) = 5500/40 = Rp. 137.5/Km
Biaya Km/Liter (Sesudah) = 5500/50 = Rp. 110/Km

Penghematan = 137.5 – 110 = Rp. 27,5/Km
Rata-rata Jalan perhari = 40 Km
Penghematan perhari = 40 x 27.5 = Rp. 1.100,-
BEP = 623.000 : 1.100 = 566.36 Hari atau kira-kira 2 tahun.

Minggu, 26 Juli 2009

Tips Atasi Kran Vakum Mio Ngadat

Untuk para otomania yang hobi tarik ulur kabel gas, maksudnya wirawiri pakai kuda besi, pasti jengkel kalau berhadapan dengan karburator mbrebet enggak jelas. “Huh, baru masuk bengkel buat servis, kok malah tarikannya jadi enggak asyik gini!” umpat Adhe Putra pemakai Yamaha Mio keluaran tahun 2005.

Weeew… jangan panas dulu, Brader! Sebaiknya ditelusuri dulu penyebabnya! Tuh kan, bener aja. Setelah diusut-usut, ternyata keran vakum sudah melewati batas umurnya alias sudah uzur. Ya terang aja mbrebet, pasokan bensin yang harusnya lancar jadi tersendat .

Lha, emang gimana sih, cara kerjanya keran vakum? “Oke deh, biar makin paham, gue kasih tahu, ya. Teknisnya secara sederhana gini, begitu ada sedotan dari piston saat langkah kerja, membran di kran vakum membuka sehingga bensin masuk ke mangkuk karburator. Gituuuu!” ujar Jupri mekanik J Speed (JS).

Cuma ya gitu, keran vakum menurut Jupri enggak bisa dibongkar pasang. “Jadi solusinya ada dua; mau ganti baru yang partnya dijajakan kurang lebih Rp 42 ribu atau kita bikin jadi keran manual?” tambah mekanik yang ngepos di Jl. Al Mubarok 3, Seskoal, Cipulir, Jaksel .

Masalah beli sih gampang. Tapi kalau lagi enggak punya uang? “Gampang, juga. Caranya, ya pakai solusi kedua. Dibikin manual. Tapi tebus dulu keran buat air ukuran ¼ di toko material dengan harga Rp 8 ribu. Lalu mulai deh, bongkar bodinya,” tambah bapak dua anak ini. Tidak usah potong memotong slang bensinnya, tinggal lepas aja keran vakum yang bermasalah tadi dengan obeng plus lalu sambungkan dengan keran yang baru dibeli. Yang harus diperhatikan, tinggal cara penempatan keran tersebut.

Paling gampang penempatannya di wilayah yang mudah dijangkau agar tidak merepotkan. Misal, di cover dekat karburator, maklum aliran bensin sekarang diatur secara manual.

“Nah, sekarang kalo masalah karburator banjir sih jarang banget, karena kalau banjir bukan dari kerannya. Tapi jarum pelampungnya yang minta dilem biru alias dilempar dan ganti baru, hehehe..!” canda mekanik humoris asli Jakarta ini

Sumber : Otomotifnet.com

Rabu, 22 Juli 2009

Tips Bermotor Di Perkotaan

Berikut tips bermotor di perkotaan yang mungkin bisa diaplikasikan untuk kota seperti Jakarta.

1. Jangan Percaya Siapapun. Maksudnya adalah dalam keadaan apapun percaya hanya pada diri anda sendiri tanpa bermaksud egois. Kendaraan kita adalah contoh dari diri kita sendiri. Contohnya adalah kadangkala kita menemui sebuah kendaraan yang penyok. Hal tersebut bisa menunjukan berkali-kali terjadinya kesalahan dalam berkendara. Kotor mencerminkan ketidakperdulian. Dan itu mungkin kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Demikian juga pemilihan brand juga mempengaruhi gaya mengemudi seseorang. Contohnya : Volvo yang identik dengan perlengkapan safetynya akan mencerminkan pengemudi yang safety minded.

2. Hindari Blind Spot. Hal tersebut harus diperhatikan agar keberadaan kita diketahui oleh pengendara yang lainnya. Sebaiknya kita berkendara secara konstan baik jalur maupun kecepatan. Dengan begitu pengendara yang lain tidak terkecoh atau kaget dengan pergerakan kita. manuver yang ekstrim sebaiknya dihindari. Jika kita berada di daerah blind spot segeralah percepat kendaraan kita menuju zona aman. Pergunakanlah klakson jika berada di daerah blind spot misalnya di samping kendaraan besar untuk memberitahukan keberadaan kita. Penggunaan exhaust racing juga mempermudah keberadaan kita meskipun terdengar bising dan menjengkelkan.

3. Be Defensive, Be Aggresive. Menggunakan kombinas kedua hal tersebut akan membuahkan portofolio cara berkendaraan yang aman. Rahasianya adalah kapan harus menggunakan masing-masing dari teknik tersebut. Defensive Technic adalah menjaga jarak dengan keadaan lalu lintas sekitar sehingga bisa mengantisipasi keadaan. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi kerugian. Aggresive Technic adalah berkendara dengan kecepatan penuh dan penuh inisiatif. Maksudnya adalah apabila kita di dalam blind spot suatu kumpulan kendaraan. Jika kita tiba-tiba mengurangi kecepatan maka akan lebih berbahaya dibandingkan jika kita mendahului dan selanjutnya diperbaiki dengan memilih jalur yang aman. Jangan lupa pikirkan tujuan jalan keluar terbaik jika terjadi suatu keadaan yang tidak kita inginkan.

4. Buatlah ruang buat kesalahan orang lain. Contohnya adalah orang lupa memberi tanda untuk berbelok, terlambat memberi tanda berbelok, menerobos lampu merah dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya. Jadi prediksikan kebiasaan berkendara masyarakat pada umumnya dengan begitu kita bisa menghindari kejadian yang tidak kita inginkan.

5. Kurangi kecepatan. Segera kurangi kecepatan jika menjumpai tanda-tanda sekolah, kerumunan orang dan mendekati lampu merah. Sikap tersebut untuk berjaga-jaga jikalau ada orang menyeberang. Dan gunanya untuk memaksimalkan pengereman jika ada hal yang tidak kita inginkan terjadi. Pengurangan kecepatan tersebut berfungsi untuk otak kita agar memperhatikan, berpikir dan bereaksi terhadapap kejadian di depan.


6. Seringlah berlatih untuk menerapkan langkah-langkah di atas.


Sumber : www.sportrider.com

Sumber : www.sportrider.com

Jumat, 17 Juli 2009

Safety Riding : 3 Langkah Aman Berkendara (Mengurangi Resiko Di Jalan)

Dalam 5 tahun terakhir jumlah kecelakaan mengalami penigkatan sebesar 11% per tahun. Mungkin saja peningkatan ini akan terus bertambah jika tidak diiringi dengan perbaikan sarana transportasi darat. Hampir setiap kecelakaan mengakibatkan korban, untuk itu ada beberapa langkah yang mungkin berguna untuk mengurangi resiko kecelakaan di jalan raya.3

Lakukan “PERSIAPAN”

Pastikan sepeda motor dalam keadaan fit sebelum digunakan. Cek rem, spion, stang, lampu sein, aki, tekanan angin ban, oli, bensin, rantai dan lainnya. Buatlah urutan pengecekan ini setiap harinya. Apabila menemukan kelainan segera perbaiki ke teknisi atau bengkel langganan anda. Pastikan surat-surat kendaraan (SIM, STNK) lengkap dan tidak tertinggal di rumah. Selalu membawa peralatan bengkel (tool kit) untuk persiapan dalam perjalanan. Lakukan pemanasan ringan sebelum berangkat

Lakukan “PERILAKU BAIK DI JALAN RAYA”

Taati peraturan lalu lintas dan hormati pengendara lain. Walaup siang hari, nyalakan lampu agar lebih terlihat oleh pengendara lain. Jangan segan untuk menggunakan klakson, lebih baik berhati-hati dari pada terlanjur celaka. Jangan mengerem mendadak, karena kendaraan tidak akan langsung berhenti dan itu merupakan salah satu penyebab terbesar kecelakaan. Naikkan gigi bertahap, tambah kecepatan juga bertahap. Selama menikung, jaga kemiringan dan kecepatan motor. Kurangi kecepatan saat menikung karena apabila terlalu cepat motor akan bisa keluar jalur dan bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Jangan egois dan mudah marah. Mudah emosi adalah salah satu kebodohan pengendara yang bisa berakibat fatal. Jangan menyalip atau belok dengan kecepatan tinggi apalagi di antara ruang yang kecil. Bila mengantuk, sakit, sedang sedih dan mudah bengong, sebaiknya tidak usah dipaksakan naik motor sendiri. Jangan melawan arah. Karena ukuran motor kecil, seringkali pengendara mengambil jalur arah berlawanan yang kosong. Lakukan “SELALU GUNAKAN PERLENGKAPAN KESELAMATAN”

HELM, adalah perlengkapan terpenting bagi pengendara sepeda motor. Karena penyebab kematian terbanyak pengendara sepeda motor saat terjadi kecelakaan adalah karena benturan keras di kepala dan wajah.. Oleh karena itu, wajib selalu menggunakan helm berstandar keselamatan, guna meminimalisir dampak buruk bila terjadi kecelakaan. Jangan menggunakan helm tanggung yang hanya menutupi sebagian kecil kepala (cetok). Pastikan tali helm terpasang dengan pas dan benar. Gunakan helm yang berwarna terang dan mencolok. Sebelum kendaraan dijalankan, pastikan tali helm sudah terpasang dengan pas dan benar sampai terdengar bunyi “Klik !” JAKET dan CELANA, Pilih jaket lengan panjang yang menutupi tangan secara menyeluruh dan celana panjang yang menutupi sampai ke mata kaki. Jaket harus melindungi tubuh dai leher hingga pinggang. Pilih jaket dengan warna terang khususnya saat malam hari, karena biasanya sesama pengendara dikenali lewat warna pakaiannya. Lebih baik lagi bila kita memasang protector di pundak, punggung, siku dan sepanjang tulang tangan. SEPATU, sepatu terbaik bagi pengendara sepeda motor adalah jenis sepatu boots dari bahan kulit yang khusus untuk pengendara sepeda motor. Pilih yang ada haknya sedikit, solnya tidak terlalu tebal dan bahannya terbuat dari karet agar tidak licin. Gunakan sepatu yang ukurannya satu kali lebih besar, karena biasanya kaki akan bengkak bila kita berkendara dalam waktu yang lama.

SARUNG TANGAN, Saat terjadi kecelakaan, telapak tangan adalah bagian yang paling cepat dan refleks merespon. Telapak tanganlah yang biasanya langsung menyentuh aspal dan menahan tubuh bila kita terjatuh. Sarung tangan yang baik tidak terlalu ketat dan tidak terlalu kaku agar tidak mengganggu gerak jari. Sarung tangan yang baik terbuat dari bahan campuran serat kabon dan Kevlar. Bahkan dari kulit juga bagus karena bahan ini relative tidak meneruskan panas ke telapak tangan saat terjadi gesekkan.


Serial Iklan Keselamatan di Jalan Raya oleh Direktorat Jendral Perhubungan Darat
Sumber Artikel : Tabloid Motor Plus Edisi 509

Seputar Tentang Olie Motor

Pada dasarnya oli itu berfungsi melumasi mesin agar terhindar dari kerusakan yang diakibatkan pergesekan antara satu part dengan part lain, sekaligus sebagai pendingin bagi mesin motor kita seiring perkembangan teknologi mobil dan motor produsen oli pun tidak mau kalah menciptakan oli oli yang berkualitas tinggi, yang mampu memenuhi tuntuan produsen mobil dan motor dunia.

Oli biasanya punya spesifikasi yang tertera di setiap kemasan yang dikenal dengan API Services (American Petrolium Institute) suatu lembaga sertifikasi pelumas internasional.

Kode API Service dimulai dari SA SB SC SD SE SF SG SH SJ SL dan yang tertinggi saat ini adalah SM.

SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)
SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)
SM – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2005 – keatas)

Kode S bermakna Spark atau mesin bensin dan huruf dibelakangnya menunjukkan urutan pengembangan pelumas. Artinya, setiap muncul kategori yang baru, sudah pasti memenuhi klasifikasi oli sebelumnya.

Untuk kendaraan roda dua yang beredar di indonesia, gradenya cukup sampai API SG saja tak perlu sampai SJ, SL apa lagi SM. Grade SM disinyalir terlampau encer, bila dipaksakan dikhawatirkan bisa menyebabkan selip pada sistem transmisi di karenakan kandungan zat anti frictionnya terlampau tinggi, terkecuali oli tersebut telah bersertikasi JASO MA (Japanese Automotive Standard Organization) yang juga tertera pada kemasan oli. Pelumas yang sudah mengantongi kode ini dirancang tidak bikin selip kampas kopling. Tidak ada istilah mesin meraung meski jalan di tempat.

Kode Lainnya yang tertera adalah SAE (Society of American Engineers) yang menunjukkan kekentalan oli sesuai dengan kebutuhan mesin. untuk motor yang bermukim di perkotaan, menggunakan SAE 20w-50 adalah pilihan tepat, tapi tidak menutup kemungkinan anda mencoba oli dengan kekentalan sedikit lebih encer yaitu 15w-40 yang lebih mampu bersirkulasi dengan lancar melalui celah sempit pada mesin mutahkhir.

Agar kerja mesin ringan, pilih yang encer namun tahan suhu tinggi. Seperti kode 10W50. Kode ‘W’ yaitu Winter atau dingin. Artinya kekentalan 10 pada suhu dingin dan 50 pada suhu panas.

Sehingga ketika suhu dingin pelumas 10W50 mudah distarter. Dan yang paling penting saat kenaikan bensin seperti sekarang. Oli 10W50 mampu bikin ringan kerja pompa oli. Tenaga yang diperlukan untuk memutar pompa jadi lebih enteng. Bensin pun tidak banyak tersedot.

Dari beberapa sumber ada yang menyarankan untuk kendaraan lama harus menggunakan SAE 20w-50 (multigrade) atau SAE 40 (single grade) yang memiliki kekentalan tetap, yang dapat bekerja baik pada suhu rendah maupun tinggi, dan mampu menutup celah yang telah mengalami tingkat keausan tertentu.

Mineral atau Sintetik kah?

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar API-nya. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan minyak bumi, sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part atau logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
• Lebih stabil pada temperatur tinggi
• Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
• Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
• Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
• Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien
• Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin
• Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak

Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas misal API SH/SJ atau SL.

SAE bisa 20W-50 atau 10W-40. Usahakan yang Semi Sintetik karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah-celah metal mesin yang sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap. Dan tentunya oli oli tersebut telah bersertifikasi JASO MA

Berikut daftar sejumlah oli yang berhasil saya himpun,

Oli Repsol:
• Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SJ; JASO MA
• Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil
• Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SG; JASO MA

Oli Shell 4T:
• Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40 Mineral oil. Sertifikasi: API SF; belum JASO MA

• Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil
• Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil. Sertifikasi: API SL – JASO MA

Untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun kemasannya sama tapi ada yang berbeda sertifikasinya. Jadi yang disana beli 35.000 kok disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!

Oli Top1 :
• SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic. Sertifikasi: API..??
• EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic. Sertifikasi: API SL

Oli Esso :
• Esso 4T 20W-40, 20W-50 Mineral Oil. Sertifikasi: API SF – JASO MA
• Esso 4T Power 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 Mineral Oil. Sertifikasi: API SG – JASO MA

• Esso 4T Pace 10W-40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SJ-JASO MA

• Esso 4T Gold 10W-40, 15W-50 and 20W-50 Synthetic Oil. Setifikasi: API SJ, SH (15W-50) – JASO MA

Oli Caltex:
• Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40
• Caltex Revtex Semi-Synthetic 4T SAE 20W50
• Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40, 20W50.

Sertifikasi: API SG, JASO MA
• Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40
• Caltex Revtex 4T SAE 40. Sertifikasi: API SF, JASO MA

Oli Mobil 1:
• Mobil Super 4T SAE 15W-50. Seritifikasi: API SG, JASO MA
• Mobil Extra 4T SAE 10W-40
• Mobil Racing 4T SAE 15W-50. Sertifikasi: API SJ, JASO MA

Oli AGIP :
• AGIP Super 4T MINERAL 15W-50
• AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50
• AGIP Racing 4T SINT. 20W-50. Sertifikasi: API SJ

Oli MOTUL :
• MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50

• MOTUL MULTI GRADE MINERAL 20W-50, 15W-50

• MOTUL 3100 4T SEMI-SINT 10W-40, 15W-50 API SJ-JASO MA

• MOTUL 5100 Ester SEMI-SINT. 15W-50
• MOTUL 300V competition SINT. 15W-50. Sertifikasi: API SG – JASO MA

Oli Castrol
• Castrol GO API SE JASO MA
• Castrol Active 20W-50 Mineral. Sertifikasi: API SG-JASO MA
• Castrol Power One 15W-40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SG-JASO MA

Oli Petronas
• Petronas Sprinta 4000 10W-40 Semi Synthetic Oil. Sertifikasi: API SG-JASO MA
• Petronas Sprinta 5000 10W-40 Full Synthetic Oil. Sertifikasi: API SJ-JASO MA

Oli Federal
• Federal Supreme Ultratec 20W-50 Mineral Sertifikasi: API SF
• Federal Supreme X 20W-50 Mineral Sertifikasi: API SG
• Federal Supreme XX 20W-50 Mineral Sertifikasi: API SJ
*Dikutip dari Forum HCST*

Senin, 13 Juli 2009

Yuk Buat Sendiri Booster Accu / Capacitor Bank

Teori

Seringkali kita menemui kendala susah start atau lampu redup pada saat pertama kali menghidupkan motor, atau akselerasi yang kurang mantap. Kemungkinan hal tersebut disebabkan accu yang sudah loyo atau tekor, atau karena faktor daya yang buruk. Pada dasarnya rangkaian motor mayoritas berupa koil/kumparan seperti Koil pengapian, Filamen Lampu. Secara teori kelistrikan dengan semakin banyaknya beban yang berupa kumparan maka akan menyebabkan arus listrik tertinggal phasanya dibanding tegangannya(voltage). Hipotesa saya hal tersebut akan menyebabkan akselerasi susah meningkat.

Nah untuk mengembalikan phasa agar kembali seperti semula maka digunakan kapasitor untuk menyeimbangkan. Fungsi lain kapasitor adalah menyimpan muatan listrik dan melepaskannya di lain waktu. Fungsi tersebut sangat berguna pada fungsi penyearahan oleh dioda. Setelah disearahkan oleh dioda biasanya tegangan yang timbul berupa tegangan DC(direct current) tapi tidak sempurna karena masih berupa riak-riak gelombang. Jadi tidak stabil pada tegangan kerja. Tugas capacitor akan mengurangi beda tegangan tertinggi dengan tegangan terendah dengan kata lain pada saat tegangan tinggi dia akan menyimpan arus dan pada saat tegangan terendah akan mengeluarkan arus. Sehingga mengurangi selisih/beda tegangan dan membuat tegangan lebih rata. Fungsi membuat lebih rata oleh sebagian orang disebut stabilizer (penstabil tegangan)

Terus berapa besaran capacitor yang harus digunakan ? OK sebagai contoh honda CS1. Maklum punya hanya motor ini saja. Jadi dioprek-oprek buat kelinci percobaan. Kita lanjutkan : sesuai data di buku petunjuk diketahui kapasitas alternator motor tersebut kira-kira 0.106KW atau 106 Watt. Rumus Power = V x I atau I = P/V Jadi 106Watt : 12V kira-kira besarannya = 8.83 A. Sesuai dengan pelajaran elektronika dasar tentang Rectifieng/penyearahan didapatkan “Thumb Rule” buat besarnya capacitor berdasarkan besaran Ampernya. Thumb Rule tersebut : untuk setiap 1A dibutuhkan 2200 mikro Farad. Jadi untuk kasus di atas besaran kapasitor yang dibutuhkan adalah 8.83 x 2200 = 19.426 mikro Farad. Tapi harus diingat bahwa besaran arus di motor di batasi oleh kapasitas regulator/Kuproknya. Untuk contoh kasus di atas saya menggunakan kapasitor sebesar 10.000 mikro Farad dengan asumsi berpatokan pada accu yang digunakan yaitu 3,5Ah. Maka akan didapat 3,5 x 2200 = 7.700 mikro Farad. Di pasaran nilai tersebut tidak tersedia jadi kita pakai angka yang di atasnya yaitu 10.000 mikro Farad. Alasan lainnya adalah masih ada keinginan untuk mengganti accu original dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 5Ah (buat spare bro…). Terus berapa besar tegangan kerja capacitor tersebut ? Besarnya tegangan kerja untuk capacitor kita patok 2x tegangan kuprok. Jika di kuprok tegangan yang keluar 15V maka tegangan kerja capacitor = 15 x 2 = 30V. Buat safetynya kita pakai tegangan 50V. Toh perbedaan harga capacitor untuk kedua tegangan tidak signifikan.

Terus gimana pengkabelannya ? Beli capacitor 10.000 mikro Farad tipe konektor/model baut seharga Rp. 15.000, kabel tiga warna AWG8(merah, hitam hijau) (diameter core 8mm) beli Rp. 3.000, kabel skun 5 pcs (2 spare) diameter disesuaikan dengan lubang baut accu dan massa beli Rp 2.500 dan konektor 5 pcs (3 pcs spare) beli Rp 1.000, sumi tube sesuai ukuran kabel beli Rp. 2.000. Jadi total jendral pengeluarannya adalah : Rp. 23.500. Pasang konektor kabel merah ke kutub positif kapasitor dan ujung yang lain dipasang di kutub positif accu. Gabungkan kabel hijau dan hitam (1 konektor untuk 2 kabel) kemudian pasang konektornya pada kutub negatif capacitor dan ujung kabel hitam dipasang di kutub negatif accu. Sedangkan ujung kabel hijau yang lain dihubungkan ke massa atau casis.