Senin, 26 Oktober 2009

Komparasi Knalpot Aftermarket Buat KLX 150

Ganti knalpot asli dengan produk aftermarket untuk meraih best performance, masih jadi idola motormania. Seperti dilakukan pemilik Kawasaki KLX 150S. Setidaknya, ada lima produk tipe free flow di pasaran siap dipilih. Makanya, kami pun mengetesnya.

HRP

Racikan Hendriansyah. Berbahan stainless steel. Bila dicermati desain silencer mirip knalpot special engine.

Terpotong 3 bagian; leher, tengah dan silencer. Antara leher dan bagian tengah murni slip-on, sedang tengah dan silencer diperkuat per penarik. Bagian leher berdiameter 29 mm, lalu meningkat jadi 32 mm.

Leher knalpot dijual Rp 2 juta ini termasuk paling besar, ini berkaitan sama pasar yang disasar. “Cocoknya buat yang sudah upgrade performa, seperti bore-up, porting & polish, jika kondisi standar minimal harus naik pilot jet 2 step,” terang Hendriansyah.

Dari hasil tes, di putaran bawah tampak tenaga dan torsi ada di bawah peserta lain. Grafiknya naik turun, artinya suplai bahan bakar tak imbang dengan pembuangan. Tapi perlahan meningkat merata. Tenaga maksimal 10,81 dk dan torsi 10,41 Nm.

Nokijawa

Variasi resmi dan bisa didapat di dealer Kawasaki. Untuk memudahkan pemasangan, terbagi jadi dua bagian, pengencangan sambungan pakai klem seperti standarnya.

Diameter pipa knalpot dari besi yang dikrom ini terbagi tiga; pertama yang menempel lubang buang ukuran 28 mm, di tengah 35 mm dan terakhir sebelum masuk silencer jadi 38 mm.

Harganya Rp 600 ribu. “Itu sudah termasuk ongkos setting agar tenaga maksimal,” ucap Ari Dwiantoro dari Ngayun Speed penyedia knalpot ini.

Tenaga yang mampu diraih; 10,91 dk dan torsi 10,70 Nm. Grafik tenaga dan torsi di bawah 3.500 rpm ada di bawah kontestan lain, tapi di atas rpm itu naik perlahan dan rata sampai 8.400 rpm. Lalu menurun namun masih tetap ada di atas grafik yang lain.

CLD

Berbahan stainless steel. Lekukan leher rapi dan tanpa pengerolan, melainkan penyambungan potongan pipa seperti R9.

“Sehingga pembuangan jadi lancar,” terang Ergus dari Erliano Motorsport di Ciputat yang menjajakan dengan harga Rp 1.350.000,-

Pipanya ukuran diameter 25 mm, tengah 31,5 mm, dan terakhir 38 mm. Tiap sambungan diperkuat per penarik.

Tenaga maksimal; 10,86 dk dan torsi tertinggi 10,67. Melihat grafiknya, karakter tenaga dan torsi yang dihimpun menunjukkan bahwa knalpot CLD ganas di putaran bawah sampai menengah (5.500 rpm), namun menengah atasnya tersalip kompetitor.

R9

Silencer berwarna pelangi seperti bahan titanium. “Sebenarnya berbahan stainless steel,” terang Dodo, dari Dodo Sport Racing di Kawasan Ciledug yang menjajakan knalpot ini Rp 1,5 juta.

Lekukan pada leher tak didapat dengan nge-roll, namun dengan mengelas potongan-potongan pipa, sehingga diameter tak mengecil. Efeknya aliran gas buang tak terhambat. Las-lasannya tampak rapi, karena pakai mesin.

Leher pipa berdiameter 25 mm, tengah 31,5 mm dan terakhir yang bertemu silencer 38 mm. Tiap sambungan diperkuat per penarik.

Uniknya, bentuk pipa yang menempel lubang buang tak langsung melengkung, ada lurusnya dulu. Makanya kalau dipasang bagian depan terlihat paling menonjol.

Tenaga maksimal; 10,91 dk dan torsi 10,52 Nm. Kenaikannya cukup signifikan dan tercapai pada rpm yang lebih rendah dari yang lain. Tapi kelemahannya grafik tak merata, naik-turun sebelum turun merata.

Two Brothers

Made in USA. Pengelasannya sangat rapi, tiap bagian ada part number-nya, berbahan stainless steel. Bahan ini sangat ringan dan bagus untuk meredam panas. Pada silencer terdapat kasa sebagai saringan

Modelnya slip-on punya dua tingkat ukuran pipa. Leher dibikin lurus berdiameter 28 sampai tengah. Dari tengah hingga ke ujungnya jadi 35 mm. Pemasangan termasuk paling mudah.

“Agar tenaga keluar maksimal, produsennya menyarankan menyeting ulang karbu, sehingga efek knalpot seharga Rp 3,9 juta ini bisa terasa maksimal,” ujar Ari Dwiantoro dari Ngayun Speed penjaja knalpot ini. Pantas, karena tenaga yang diperoleh hanya 10,66 dk dan torsi 10,43 Nm.

Metode Pengetesan

Alat tesnya, Dynojet tipe 250i milik Sportisi Motorsport (SM). Motor yang dipakai Kawasaki KLX 150S berkondisi standar. Pertama, diukur knalpot standar, baru produk aftermarket. Hasilnya, tenaga maksimal knalpot orisinal 10,33 dk dan torsi 10,06 Nm.

Setiap ganti knalpot tak dilakukan penyetelan apapun alias semua berkondisi seperti bawan pabrik. Tiap knalpot diberi kesempatan 4 kali run, lalu diambil satu hasil terbaik.

Kesimpulan

Hasil tes, semua kontestan berhasil menaikkan tenaga dan torsi. Kenaikan tenaga terbesar 0,58 dk dan terkecil 0,33 dk. Sedang kenaikan torsi terbesar 0,64 Nm dan terkecil 0,35 Nm.

Tapi tenaga bisa lebih dimaksimalkan dengan menyeting ulang karbu (dinaikkan). Sebab pemakaian knalpot free low bikin air-fuel ratio tak seimbang, “Jadi terlalu kering,” urai Brahmantio, manajer SM yang membantu pengetesan.

- Sportisi motorsport : 021-32244588
- Ngayun speed : 0818737101
- Hendriansyah Speed Shop : 0274-450467
- Dodo Sport Racing: 021-73456555
- Erliano motorsport: 021-93339259

Sumber : Otomotifnet.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar